BukuBuku
Buku
Mainan EdukasiMainan Edukasi
Mainan Edukasi
StationeryStationery
Stationery
Hi, Guest!

Know Yourself and Get The Challenge

30/07/2018
Tips
Know Yourself and Get The Challenge

Anggi: Buat acara di klien baru, yang presentasi lo yaa..?!

Bagas: Eehh jangan-jangan, gue gak bisa

Anggi: Masa gak bisa?

Bagas: Iya, tapi ee.. aduh.. e...@#%*x*%#@


Apakah kita sering mendengar obrolan seperti di atas? Atau jangan-jangan kita pernah mengalaminya? Kira-kira apa yang membuat Bagas enggan? Hmm, ya.., kemungkinan besar karena Bagas tidak percaya diri terhadap kemampuannya, atau Bagas tidak bisa mengenali potensi dirinya, atau bisa jadi ini terkait konsep diri. Sebenarnya apa itu konsep diri? Bagaimana konsep diri bisa memengaruhi hidup seseorang? Mari kita simak penjelasannya.

Konsep diri adalah cara pandangan seseorang mengenai sikapnya terhadap diri sendiri. Pandangan tersebut bisa berupa fisik, karakteristik, dan motivasi diri, termasuk pemahaman seseorang akan Konsep diri berkaitan langsung dengan pemahaman seseorang tentang penilaiannya terhadap diri sendiri dan seberapa besar dia memahami akan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. 

Pandangan setiap orang mengenai konsep dirinya pasti akan berbeda-beda dan tidak akan sama dikarenakan setiap orang mampu menilai dirinya sendiri di luar dari apa yang dipikirkan orang lain. Konsep diri dibagi menjadi dua yaitu konsep diri positif dan konsep diri negatif.

Konsep diri terbentuk sejak kecil dan individu telah banyak dipengaruhi dan dibentuk oleh pengalaman yang dapat dia jumpai seseorang dalam hubungannya dengan individu orang lain, terutama dengan orang-orang terdekat, maupun yang didapatkan dalam peristiwa-peristiwa dalam kehidupannya. Konsep diri akan semakin bertambah stabil ketika menginjak masa remaja seiring bertambahnya usia. Konsep diri yang stabil dan juga positif akan membuat seseorang mudah menghadapi tantangan baru di masa depan, dengan tuntutan akan kompetensi yang terkadang sulit dicapai.

Percakapan di atas menggambarkan bagaimana Bagas kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan dalam pekerjaannya. Dalam hal ini Bagas mungkin tidak percaya diri, karena dari kecil orang tuanya banyak melarang dia untuk melakukan sesuatu dalam hal bermain atau yang lain. Tidak jarang dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui orang tua yang selalu bilang Jangan main tanah, nanti kotor, Jangan main jauh-jauh, Jangan main di luar, nanti panas dan segudang kata jangan lainnya. 

Kata jangan ini membuat anak takut untuk meng-explore lingkungan sekitar, mengekspresikan apa yang dia pikirkan, dan akhirnya membentuk pribadi anak yang tidak percaya diri. Padahal seperti kita ketahui, hal tersebut merupakan softskill yang akan menjadi nilai tambah bagi seseorang.

Seorang penulis bernama Niken Ardiyanti mengulas dengan sangat apik melalui bukunya yang berjudul Peran Penting Konsep Diri dalam Membentuk Track Record mengenai cara membentuk konsep diri yang berguna dalam penyusunan track record seseorang. Bagi Anda yang ingin menggali lebih dalam tentang konsep diri serta softskill tidak ada salahnya untuk membaca buku ini.

Tips Lainnya