Buku Wacana Kontemporer Pariwisata dirancang berdasarkan berbagai fenomena kontemporer yang terjadi dalam pariwisata dengan pendekatan multidisipliner. Pendekatan ini secara tidak langsung memberikan pemetaan atas wilayah kajian pariwisata, khususnya dari sisi kajian budaya (cultural studies). Kajian budaya mempelajari kebudayaan sebagai praktik-praktik pemaknaan dalam konteks sosial. Dalam praktiknya, kajian budaya menggunakan beragam teori, yaitu teori Marxisme, strukturalisme, pascastrukturalisme, dan feminisme. Penggunaan metode eklektik menyebabkan kajian budaya menegaskan posisinya terhadap semua pengetahuan, termasuk dirinya sendiri yang meliputi ide-ide kunci, seperti kebudayaan, praktik pemaknaan, representasi, wacana, kekuasaan, artikulasi, teks, pembaca, dan konsumsi.
Untuk masuk ke wilayah wacana kontemporer pariwisata maka diangkatlah topik-topik yang meliputi postfordisme sebagai model ekonomi baru dalam pariwisata, kajian estetika postmodern terhadap terasering sawah, tantangan kearifan lokal, pariwisata dan masyarakat kapitalis, ketidakadilan terhadap perempuan dalam pariwisata, serta pengembangan pariwisata dan keterlibatan masyarakat.
Materi yang dibahas dalam buku ini mencakup:
Bab 1 Postfordisme sebagai Model Ekonomi Baru dalam Pariwisata
Bab 2 Terasering Sawah sebagai Daya Tarik Wisata: Kajian Estetika Postmodern
Bab 3 Tantangan Kearifan Lokal di Era Globalisasi dalam Pariwisata
Bab 4 Pariwisata dalam Masyarakat Kapitalis
Bab 5 Ketidakadilan terhadap Perempuan dalam Pariwisata
Bab 6 Pengembangan Pariwisata dan Keterlibatan Masyarakat di Desa Wisata
Maaf, sementara tidak ada ulasan untuk produk ini.
Dapatkan penawaran terbaik jika anda berlangganan newsletter kami




